teknik soldier

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

wairing amplifier

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

kamera cctv

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

layout amplifier ocl 150 watt

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

subwoofer jbl

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 25 Februari 2015

Lamaran Pekerjaan



Hal : Lamaran pekerjaan                                                   Randusari 25 februari 2015
Lamp : satu bendel


Yth.Manager PT Canon
jalan soekarno hatta
jakarta pusat

Dengan hormat,
      Berdasarkan pengumuman nomor 12/19.9/2015, tanggal 23 februari 2015 tentang
penerimaan pegawai di PT Canon, saya yang bertanda tangan di bawah ini :
nama                       :Mahfud saifudin
tempat,tanggal,lahir  :Kendal ,9 juni 1996
agama                      :Islam
alamat                      :desa randusari
                                 kecamatan rowosari
                                 kabupaten kendal
pendidikan               :smk program keahlian
                                 teknik audio video


Mohon kiranya di terima sebagai karyawan di perusahaan yang Bapak pimpin sesuai Latar belakang
pendidikan saya .sebagai bahan pertimbangan , bersama ini saya lampirkan :
(1) foto copy ijazah terakhir yang telah di legalisasi
(2) surat keterangan kelakuan baik (SKKB)
(3) 2 buah pas foto terbaru ukuran 4x6
(4) daftar riwayat hidup (curricullum vitae)

Besar harapan saya untuk di terima di perusahaan Bapak.
Atas perhatian Bapak ,saya ucapkan terima kasih.



Hormat saya ,



Mahfud saifudin

Selasa, 24 Februari 2015

Cara Editing Video dengan Ulead Video Studio

Cara Editing Video dengan Ulead Video Studio, Postingan kali ini hampir sama dengan dengan postingan sebelumnya yaitu Cara Menyambungkan Video dengan Windows Movie Maker,  Tetapi postingan ini kita akan menggunakan Ulead Video Studio 10. Bila anda belum memilikinya, bisa baca postingan atau mendownloadnya di Download Ulead Video Studio 10 dan Cara Aktivasinya.

Langsung pada topik pembahasan, buka program UVS10 (UleadVideoStudio10). Untuk memulai ikuti langkah-langkah berikut :

1. Klik icon load video.


2. Pilih file video yang akan kita edit, lalu klik Open.


3. Drag video ke Timeline.


4. Untuk melihat mode timeline, klik icon timeline, lihat gambar berikut.


Tahap awal dalam mengedit video sudah selesai, untuk melanjutkan proses edit video hingga selesai ikuti langkah - langkahnya :

1. Klik video yang ada di timeline, lalu klik play. Klik pause pada durasi yang akan kita potong lalu klik "Cut" atau "gambar gunting" yang ada di atas timeline. Lihat gambar berikut, perhatikan dengan seksama.

2. Hasilnya akan terlihat seperti gambar di bawah ini. Video telah terppotong menjadi 2.
3. Untuk menghapus video yang tidak dipakai, klik pada video tersebut lalu klik kanan di atas video tersebut - Delete.


Selanjutnya bila kita ingin menyimpan hasilnya ikuti langkah-langkah berikut :


1. Klik share lalu klik "Create video file".

2. Pilih sesuai keinginan kita. Namun saya sarankan pilih NTSC VCD. Bila kita ingin hasilnya seperti layar lebar, pilih yang NTSC DVD (16:9).

3. Pilih folder dimana kita akanmenyimpan file hasil editan, beri nama lalu klik save.


4. Tunggu sampai proses penyimpanan selesai.


Selanjutnya  menambahkan Effect /Ttransisi. Transisi merupakan efek / animasi perpindahan antara video yang satu ke video yang lainnya.
Untuk menambahkan transisi, langkah-langkahnya :
1.klik tab effect, lalu Pilih transisi yang diinginkan.


2. Drag efek yang dipilih ke tempat antara (umpama) video pertama dan video kedua, video kedua dan video keempat, dan begitu seterusnya.

3. Kita bisa melihat previewnya dengan klik tombol play yang ada dibawah layar preview.



Masih ada beberapa yang perlu diperhatikan dalam mengedit video, diantaranya adalah menambahkan tulisan.
Untuk menambahkannya langsung saja klik tab Title.

Pilih tulisan yang kita inginkan lalu drag ke timeline. Untuk merubah kalimatnya kita bisa double click tulisan yang ada di layar preview.


Untuk melihat hasil sementara, klik pada area durasi, lalu klik play (Lihat  3 sama 4).

Berikutnya Cara Menghilangkan suara asli video, Untuk menghilangkan suara asli video, dan selanjutnya akan kita ganti dengan suara musik sesuai keinginan kita layaknya membuat sebuah video klip.
Langkahnya mudah kita tinggal klik video yang akan kita hilangkan suaranya, lalu klik icon volume yang ada garis silangnya (mute). Lihat gambar berikut.


Perhatikan gambar (kotak merah).

Berikutnya Menambahkan Musik pada video dengan tujuan memperindah hasil editan kita, Cara menambahkan musik sesuai keinginan kita angkah-langkahnya :

1. Klik tab Audio, lalu klik icon load audio.

2. Pilih folder dimana kita menyimpan file musik, pilih musik yang akan kita tambahkan, lalu klik open.


3. Drag musik yang tadi kita pilih ke timeline.


4. Untuk melihat hasil sementara, klik area durasi, lalu klik simbol sebelah smbol play, dan terakhir klik play. Perhatikan baik-baik urutan angka pada gambar berikut.


 5. Kemudian terakhir simpan.


Demikian Cara Editing Video dengan Ulead Video Studio, semoga bermanfaat.
sumber : http://cariusahasampinganku.blogspot.com/2013/09/cara-editing-video-dengan-ulead-video.html

Senin, 16 Februari 2015

MEMAHAMI FLYBECK DAN KERUSAKANNYA

MEMAHAMI FLYBECK DAN KERUSAKANNYA

Memahami macam-macam kerusakan Flyback

 
001.  Nama lain untuk flyback adalah FBT (Flyback Transformer), HVT (High Voltage Transformer), LOPT (Line OutPut Transformer).
Tranfo flyback dipasang pada bagian horisontal-ouput yang utamanya berfungsi untuk menghasilkan tegangan tinggi untuk anode tabung gambar yang besarnya antara 20 hingga 30Kv ( tergantung dari besarnya ukuran layar). Disini pulsa horisontal saat retrace dimanfaatkan untuk menghasilkan induksi tegangan tinggi. Tegangan tinggi yang masih berbentuk pulsa-pulsa ini kemudian disearahkan menggunakan diode internal yang sudah terdapat didalam flyback. Sebagai filter tegangan tinggi digunakan lapisan aquadag tabung gambar, oleh karena itu tabung gambar kadang masih menyimpan tegangan jika pesawat dimatikan. Aquadag merupakan lapisan konduktor yang terdapat didalam dan diluar tabung yang membentuk semacam kapasitor tegangan tinggi dengan nilai beberapa ribu pF saja, dengan kaca tabung gambar itu sendiri sebagai isolator. Oleh karena itu lapisan luar tabung gambar harus selalu dihubungkan ke ground.
Flyback yang digunakan untuk tabung layar flat biasanya secara internal juga diberi tambahan elko filter tegangan tinggi dengan nilai sekitar 0.05uF.
Mendapatkan tegangan tinggi dengan flyback yang bekerja pada frekwensi tinggi, maka hanya dibutuhkan relatip sedikit jumlah lilitan saja, sehingga lebih ekonomis jika dibanding kalau menggunakan tranfo AC 50Hz untuk mendapatkan tegangan tinggi.
Kecuali itu flyback juga digunakan untuk menghasilkan tegangan-tegangan rendah lainnya seperti untuk bagian vertikal, heater, dan 180V untuk video driver. VR sebagai pembagi tegangan dipasang  secara internal  didalam flyback untuk mendapatkan tegangan Fokus dan Screen.


002  Flyback dengan Boost-up.
Pada pesawat model lama kadang dijumpai flyback dengan sirkit Boost-up. Fungsi sirkit boost-up adalah untuk menaikkan tegangan suply B+ menjadi tegangan yang lebih tinggi seperti misalnya menjadi dari 90 menjadi 115v untuk kolektor transistor HOT. Sirkit boost-up terdiri dari sebuah diode, bagian kumparan boost-up dan sebuah elko.


003. Gejala-gejala atau tanda-tanda yang disebabkan karena kerusakan flyback.
Ada macam-macam gejala yang ditunjukkan jika terjadi kerusakan flyback. Gejala yang mungkin terjadi antara lain adalah :

  • Transistor HOT panas akibat antar gulungan ada yang ssetengah hort
  • Transistor HOT rusak (Kolektor-Emitor short), jika diganti short lagi
  • Tegangan B+ drops akibat flyback menyedot arus terlalu banyak
  • Power suply protek dengan bunyi cit...cit...
  • Lampu indikator stand by nyala kedip-2  (protek)
  • Resistor pada sirkit ABL ada yang terbakar atau gosong.
  • Kapasitor 200V pada pin-ABL tranfo flyback short, kalau diganti short lagi
  • Terjadi loncatan api pada pin-pin dibawah flyback, pada kabel tegangan tinggi yang disertai suara pletek-pletek.
  • Timbul suara ngesessssss.....Kalau diamati pada tempat yang gelap akan nampak ada bagian tertentu yang menyemprotkan lidah api, misalnya pada anode cap, kabel tegangan tinggi, atau sambungan antara kabel dengan bodi flyback.
  • Periksa secara visual dengan seksama bodi flyback. Tanda-tanda seperti ada bagian yang menggelembung, ada benjolan, ada bagian yang retak,ada lubang kecil dan mengeluarkan semacam lelehan, ada bagian yang warnanya berubah menunjukkan tanda kerusakan flyback.
  • Raster mengembang sebagai akibat  kerusakan internal diode penyearah, yang mengakibatkan tegangan tinggi drops
  • Raster gelap atau gambar tidak fokus akibat kerusakan pada internal resistor pembagi tegangan.


004. Macam-macam jenis kerusakan yang terjadi pada FBT
  • Salah satu kumparan ada yang putus, hal ini sangat jarang sekali terjadi.
  • Kumparan primer antara pin-B+ dengan pin-kolektor short sehingga menyebabkan transistor HOR rusak.
  • Kerusakan flyback paling umum disebabkan karena faktor panas yang menyebabkan isolasi kawat email bagian tegangan tinggi isolasinya lama-lama rusak, sehingga meyebabkan terjadinya short antar gulungan. Bagian kawat email yang short lama kelamaan makin meluas dan menyebabkan timbulnya panas sehingga bodi flyback kadang terlihat menggelembung.
  • Bahan isolator setelah lama dipakai mengalami degradasi, sehingga terjadi kebocoran tegangan tinggi atau corona (arching). Biasanya mengeluarkan bau dan suara yang khas. Problem mudah diamati jika tempatnya gelap.
  • Anode cap atau kabel tegangan tinggi mengalami degradasi sehingga dapat menyebabkan terjadinya loncatan tegangan tinggi disertai suara pletek....pletek atau suara desis. 
  • Anode cap tidak lagi melekat dengan kuat pada tabung gambar, sehingga lidah api terlihat menyemprot pada bagian pinggir-pinggirnya. Anode cap yang rusak kalau diamati pada bagian dalamnya ada semacam garis goresan-goresan hitam yang diakibatkan terbakar oleh loncatan api.
  • Kerusakan pada bagian pembagi tegangan untuk Fokus dan Screen yang terdapat didalam flyback. Menyebabkan gambar tidak mau fokus atau tidak ada tegangan screen.
  • Kerusakan pada diode penyearah tegangan tinggi yang ada didalam flyback. Tegangan tinggi anode tidak ada atau drops. Raster mengembang (blooming) merupakan tanda bahwa tegangan tinggi drops
  • Beberapa tipe flyback ada yang mempunyai kapasitor filter pada bagian tegangan tinggi. Nilai kapasitor dapat diukur menggunakan kapasitor meter. Kapasitor ini kadang dijumpai rusak, short dengan ground yang dapat diketahui dengan ohm meter (posisi x 10K)
  • Inti ferit retak atau pecah. Dapat dipasang kembali bagian-bagian yang pecah dan tempelkan serapat mungkin.
  • Short antara gulungan primer dengan sekunder. Menyebabkan tegangan B+ short atau bocor ke ground.
  • Kerusakan karena cacat produksi atau cacat kualitas dapat terjadi pada flyback yang masih baru.
  • Kerusakan pada resistor pembagi tegangan pada sirkit kontrol fokus dan screen.


005. Tips untuk memastikan kerusakan flyback
Jika mencurigai ada kerusakan flyback, maka putus hubungan antara pin-flyback dengan kolektor HOT. Kemudian pasang secara seri antara pin-flyback dengan kolektor sebuah bola lampu 100w/220v.
  • Jika lampu menyala sangat terang dan diukur tidak keluar tegangan screen atau tegangan heater sama sekali, maka hal ini menunjukkan bahwa flyback rusak karena kumparan primer ada bagian yang short
  • Nyala lampu redup, tetapi tegangan screen atau heater atau fokus diukur tidak ada sama sekali. Maka hal ini menunjukkan kerusakan flyback pada short pada bagian tegangan tinggi.
  • Kalau semua ada tegangan keluar (walau hanya kecil), maka kemungkinan flyback tidak rusak


006. Yang perlu diperhatikan dalam mencari persamaan flyback atau modifikasi flyback :
  • Besarnya tegangan IC Vertikal out. Sistimnya single atau double
  • Besarnya tegangan B+
  • Apakah menggunakan Boost up
  • Periksa kebutuhan tegangan keluaran lain misalnya 40v, 24v, 16v.


007.  Resiko yang mungkin terjadi jika modifikasi flyback dengan tipe lain,
  • Tegangan heater berubah, bisa kurang - bisa lebih.  Jika tegangan heater kurang akan menyebabkan britnes gambar kurang (kecilkan nilai. Tegangan heater jika  bertambah besar akan menyebabkan umur pemakaian tabung gambar menjadi lebih pendek. Semuanya itu dapat dikoreksi  dengan modifikasi nilai resistor heater
  • Raster menjadi kurang penuh kiri-kanan. Hal ini dapat dikoreksi dengan menambah memasang kapasitor secara paralel  dengan kapasitor resonan yang lokasinya antara Kolektor-Gnd transistor HOT dengan nilai antara 102nF hingga 502 nF. Ingat kapasitor ini harus mempunyai tegangan kerja minimal 1.6Kv.
  • Tegangan keluaran berubah dan protektor aktip bekerja, disebabkan tegangan keluaran flyback berubah sedikit lebih besar. Dapat dikoreksi dengan merubah nilai resistor pada sirkit tegangan sampel protektor dari flyback.
  • OSD tidak keluar atau bergetar kedip-kedip. Dapat dikoreksi dengan merubah nilai resistor pada sirkit dari pin-H AFC ke mikrokontrol.
Sumber :http://endhoxceploxs.blogspot.com/2013/09/memahami-flybeck-dan-kerusakannya.html

CARA MENGGUNAKAN MULTIMETER

Cara Menggunakan Multimeter merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dikuasai jika Anda ingin belajar elektronika.Sebelumnya saya sudah berbagi informasi tentang Peralatan kerja Elektronika salah satunya Multimeter.Jika dibandingkan dengan peralatan lainnya multimeter merupakan peralatan yang paling penting dengan kata lain Multimeter itu tangan kanan bagi seorang teknisi elektronika.Bagaimana tidak dengan sebuah alat bisa membantu banyak pekerjaan dari menguji komponen yang akan dirakit,Mengukur Hambatan,Mengukur tegangan sampai mengukur Arus listrik.Perlu Anda ketahui pada prinsipnya pada prinsipnya sebuah multimeter memiliki 3 fungsi pokok yaitu: Ohmmeter untuk mengukur besaran hambatan listrik,Voltmeter untuk mengukur besaran tegangan listrik dan Amperemeter untuk mengukur arus listrik.
Mengingat begitu pentingnya kegunaan multimeter kali ini saya akan berbagi informasi tentang Cara Menggunakan Multimeter namun untuk mempersempit pembahasan saya hanya membahas Multimeter Jenis Analog.Berikut ini tutorial selengkapnya:

Multimeter
Cara menggunakan Ohmmeter
Ohmmeter dapat dipergunakan untuk:
1.Mengukur besarnya nilai hambatan Resistor,caranya sebagai berikut:
a.Putar sakelar pemilih pada posisi yang dikehendaki(Rx1/Rx10/Rx1k/Rx10k)
b.Colokkan kabel merah ke lubang positif dan kabel hitam kelubang negatif multimeter.
c.Hubungkan colok kabel merah dan colok kabel hitam jarum akan bergerak kekanan
d.Aturlah hingga jarum menunnjuk tepat angka nol dengan memutar pengatur nol yang berada disebelah kanan.
e.Lepaskan kembali colok kabel merah dan hitam jarum akan kembali keposisi semula.
f.Tempelkan colok merah di kaki resistor dan colok hitam dikaki lainnya bisa dengan tanpa sentuhan tangan atau bisa juga dengan dipegang dengan tangan dengan catatan hanya satu tangan jangan kedua tangan memegang resistor.
g.Jarum akan menunjuk angka teretentu
HP=PJxBU
HP=Hasil Pengukuran
PJ=Penunjukkan Jarum
BU=Batas Ukur
2.Menguji Putus atau tidaknya sebuah penghantar.
Untuk menguji  putus atau tidaknya sebuah penghantar Misalnya Anda ingin menguji sebuah gulungan kawat, kabel atau jalur PCB yang tipis caranya sebagai berikut:
a.Gunakan saklar pada posisi Rx1k
b.Tempelkan colok kabel merah pada salah satu ujung dan colok hitam pada ujung lainnya.
c.Bila jarum bergerak kekanan berarti kawat tidak putus sebaliknya jika jarum tidak bergerak berarti kawat putus.Jika multimeter tersebut memiliki fitur Buzz  anda bisa menggunakan saklar pada posisi Buzz jika kedua colok ditempelkan keujung kabel maka jika kawatnya tidak putus maka multimeter akan berbunyi.
3.Menguji Kondensator,Dioda ,Transistor dan Transformator.Silahkan lihat Menguji Komponen.
Cara menggunakan Voltmeter DC.
Cara menggunakan Voltmeter DC silahkan lihat Mengukur tegangan DC
Cara menggunakan Voltmeter AC.
Menurut saya pada prakteknya sebenarnya jarang sekali menggunakan Voltmeter AC  karena kebanyakan rangkaian elektronika menggunakan tegangan DC.Meskipun demikian Voltmeter  AC tetap dibutuhkan terutama untuk para Teknisi Televisi  misalnya untuk mengukur tegangan powersuplynya.Voltmeter AC juga bisa digunakan untuk mengukur tegangan AC listrik PLN atau Generator.Jika Listrik dirumah anda stabil saya pikir tidak perlu diukur tegangannya.
Cara Menggunakan Amperemeter.
Sama seperti Voltmeter AC  Amperemeter juga jarang digunakan.Amperemeter digunakan untuk mengukur besarnya arus listrik DC yang mengalir pada rangkaian.Umumnya multimeter hanya bisa mengukur arus listrik DC sampai 500 mA saja.
Sumber : http://bisaelektronika.blogspot.com/2014/01/cara-menggunakan-multimeter.html

MENGINDENTIFIKASIKAN DAN MEMBACA NILAI KONDENSATOR


Mengindentifikasi dan Membaca Nilai Kondensator/Capasitor | Kondensator/Capasitor berfungsi untuk menyimpan energi listrik dalam bentuk muatan listrik. Kondensator/Capasitor ini merupakan komponen elektronika pasif. Kondensator notasinya biasa ditulis dengan huruf C

Banyaknya muatan listrik per detik ditentukan dalam satuan Qoulomb (Q), sedangkan kemampuan Kondensator/Capasitor menyimpan muatan disebut kapasitansi yang satuannya adalah Farad (F).

Ket :
1 Farad = 1.000.000 uF baca (mikro farad),
1 uF = 1.000 nF baca (nano Farad) dan
1 nF = 1.000 pF baca (piko Farad).

Kondensator/Capasitor terdiri dari dua keping konduktor yang dipisahkan oleh bahan penyekat yang disebut dengan bahan dielektrik, fungsi zat dielektrik adalah untuk memperbesar kapasitansi. Jenis kondensator/kapasitor ini diantaranya adalah : keramik, kertas, kaca, mika, polyister dan elektrolit.

Mengindentifikasi dan Membaca Nilai Kapasitor
Kondensator juga memiliki Tegangan kerja (working Voltage) yaitu tegangan maksimum yang diijinkan sehingga kapasitor masih dapat bekerja dengan baik. Contoh tegangan kerja pada kondensator, apabila pada badan Elco (Condensator Electrolit) tertulis di badannya 220 uF / 25 V, berarti kondensator ini mempunyai kapasitas menyimpan muatan listrik 220 uF, sedangkan tegangan listrik maksimal yang diperbolehkan sampai 25 volt, jika dialiri tegangan listrik lebih dari 25 volt, maka elco ini akan rusak (meledak).

Kondensator/Capasitor Non Polar
Kondensator/Capasitor non polar adalah Capasitor yang elektrodanya tanpa memiliki kutup positif (+) maupun kutup negatif (-) artinya jika pemasangannya terbaik maka Capasitor tetap bekerja.
Contoh Kondensator/Capasitor nonpolar yaitu : Kondensator/Capasitor variable (Varco). Kertas, Mylar, Polyester, Keramik dsb.

Mengindentifikasi dan Membaca Nilai Kapasitor
Pada Kapasitor angka yang tertulis di badannya merupakan nilai kapasitansi kapasitor tersebut. Apabila pada badannya tertulis satu / dua angka maka bisa kita langsung baca kapasitasnya dengan satuan pF (pico farad).

Contoh, kapasitor keramik diatas tertuliskan dua angka 68, maka kapasitansi kapasitor tersebut adalah 68 pF. Sedangkan jika ada 3 angka, maka angka pertama dan kedua adalah nilai nominal, sedangkan angka ketiga adalah faktor pengali.
Mengindentifikasi dan Membaca Nilai Kapasitor
Pada gambar diatas tertulis angka 104 berarti angka pertama dan kedua menunjukkan nilai yaitu 10 dan angka ketiga angka 4 yang berarti faktor pengali = 10000, nilai kapasitor keramik tersebut adalah 10 ×10000=100000pF = 100 nF = 0,1 uF , berikut tabel pengali nilai kapasitor :

Mengindentifikasi dan Membaca Nilai Kapasitor
atau lebih mudahnya lihat gambar berikut :
Angka pertama dan kedua nilai nominal sedangkan angka ketiga banyaknya angka nol. Sehingga nilai capasitor diatas adalah 10000 pF = 10 nF = 0,01 uF

Untuk kapasitor polyester nilai kapasitansinya bisa diketahui berdasarkan warna seperti pada resistor.
Mengindentifikasi dan Membaca Nilai Kapasitor
kapasitor polyester
Mengindentifikasi dan Membaca Nilai Kapasitor
Kode Warna Kapasitor
Contoh : Pada sebuah kapasitor pada badannya berwarna Coklat, Hitam, Orange. maka nilai kapasitansi (lihat tabel) condensator tersebut adalah : 103 = 10 x 1000 = 10000 pF = 10nF = 0,01 uf

Mengindentifikasi & Membaca Nilai Kondensator 2 | Artikel ini merupakan kelanjutan tulisan sebelumnya Mengindentifikasi dan Membaca Nilai Kapasitor 1, pada pembahasan sebelumnya kita sudah belajar bagaimana cara membaca nilai kapasitansi dan mengindetifikasi sebuah kapasitor keramik dan polyster. Kita lanjutkan, .....

Seperti komponen lainnya, besar kapasitansi nominal kondensator ada toleransinya. Nilai toleransi Kondensator ditentukan dengan kode-kode angka atau huruf tertentu. Dengan tabel di bawah pemakai dapat dengan mudah mengetahui toleransi kapasitor yang biasanya tertera menyertai nilai nominal kapasitor. Misalnya jika tertulis 104 X7R, maka kapasitansinya adalah 100nF dengan toleransi +/-15%. Sekaligus diketahui juga bahwa suhu kerja yang direkomendasikan adalah antara -55Co sampai +125C.
Tabelnya sebagai berikut :
Mengindentifikasi & Membaca Nilai Kondensator
Mengindentifikasi & Membaca Nilai Kondensator
Tabel Karakteristik Condensator
Mengindentifikasi & Membaca Nilai Kondensator 2
Tabel Karakteristik Toleransi capasitor
Dari tabel diatas kita bisa tahu, karakteristik kapasitor selain kapasitansi juga tak kalah pentingnya yaitu tegangan kerja dan temperatur kerja. Tegangan kerja adalah tegangan maksimum yang diijinkan sehingga kapasitor masih dapat bekerja dengan baik. Misalnya kapasitor 10uF25V, maka tegangan yang bisa diberikan tidak boleh melebihi 25 volt dc. Umumnya kapasitor-kapasitor polar bekerja pada tegangan DC dan kapasitor non-polar bekerja pada tegangan AC. Sedangkan temperatur kerja yaitu batasan temperatur dimana kapasitor masih bisa bekerja dengan optimal. Misalnya jika pada kapasitor tertulis X7R, maka kapasitor tersebut mempunyai suhu kerja yang direkomendasikan antara -55Co sampai +125Co. Biasanya spesifikasi karakteristik ini disajikan oleh pabrik pembuat.

Kondensator/Capasitor Polar
Kondensator/Capasitor Polar elektrodanya mempunyai dua kutup, yakni kutub positif (+) dan kutub negatif (-). Apabila Capasitor ini dipasang pada rangkaian elektronika, maka pemasangannya tidak boleh terbalik. Contonya adalah Capasitor elektrolit (elco) dan Tantalum. Nilai kapasitas maksimum dan kutub –kutubnya sudah tertera pada badan komponen tersebut.
Mengindentifikasi & Membaca Nilai Kondensator
Capasitor elektrolit (elco)
Mengindentifikasi & Membaca Nilai Kondensator 2
Kondensator Tantalum
Contoh : Elektrolit Kondensator (Elko) dibadannya tertulis 10 µF/ 16V ini berarti kapasitansi dari elco tersebut adalah 10 µF, sedangkan tegangan kerjanya maksimal 16 Volt, jika elco tersebut diberi tegangan lebih dari 16 volt elco tersebut akan rusak. Demikian pula dengan condensator tantalum cara membacanya sama persis dengan elco.

Untuk menentukan kaki kutub (+) dan (-) dari elco maupun tantalum, kita bisa melihat tanda yang tertera pada badan komponen tersebut, jika pada elco yang ditandai dengan anak panah adalah kutub negatif (-) sedang pada tantalum kutub positifnya ditandai dengan tanda (+). Tantalum banyak dipakai saat ini pada peralatan elektronika komputer (misalnya motherboard)

Condensator Tidak Tetap

Mengindentifikasi & Membaca Nilai Kondensator
Condensator Tidak Tetap (Varco)
Kondensator ini dapat kita ubah-ubah nilai kapasitasnya sesuai kebutuhan. Kapasitasnya ada yang 0-30pf, 0-100pf, dll. kondensator jenis ini biasa disebut dengan variable Condensator atau Varco.

FUNGSI KAPASITOR
Fungsi penggunaan kapasitor dalam suatu rangkaian :
  • Sebagai kopling antara rangkaian yang satu dengan rangkaian yang lain (pada PS)
  • Sebagai pembangkit frekuensi dalam rangkaian antenna
  • Sebagai filter dalam rangkaian PS
  • Untuk menghemat daya listrik pada lampu neon
  • Menghilangkan bouncing (loncatan api) bila dipasang pada saklar
  • dan lain-lain   
 sumber :http://dien-elcom.blogspot.com/2012/09/mengindentifikasi-dan-membaca-nilai.html

Sabtu, 14 Februari 2015

CARA MENGGUNAKAN OSCILOSKOP & TEKNIK PENERAPANNYA

Cara menggunakan oscilloscope & Tekhnik penerapannya

Oscilloscope, alat untuk pengukuran gelombang signal frekuensi ini, sangat verguna dalam pengukuran rangkaian elektronik seperti TV, Radio Komunikasi, dsb.

Untuk perbaikan ponsel, diharapkan kita dapat menggunakan oscilloscope untuk mengetahui kerusakan ponsel secara lebih akurat, selain dari pengalaman yang kita miliki dalam mengatasi kerusakan pada ponsel.

Jadi ada baiknya kita lebih mengenal sedikit atau banyak masalah oscilloscope ini.

Dalam thread ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai instrument pengukuran ini.

ada 12 materi yg akan dibahas satu persatu..

Yang pertama adalah :

1. PENGENALAN OSCILLOSCOPE

Osiloskop adalah alat ukur besaran listrik yang dapat memetakan sinyal listrik. Pada kebanyakan aplikasi, grafik yang ditampilkan memperlihatkan bagaimana sinyal berubah terhadap waktu. Seperti yang bisa anda lihat pada gambar di bawah ini ditunjukkan bahwa pada sumbu vertikal(Y) merepresentasikan tegangan V, pada sumbu horisontal(X) menunjukkan besaran waktu t.
Layar osiloskop dibagi atas 8 kotak skala besar dalam arah vertikal dan 10 kotak dalam arah horizontal. Tiap kotak dibuat skala yang lebih kecil. Sejumlah tombol pada osiloskop digunakan untuk mengubah nilai skala-skala tersebut.



Osiloskop 'Dual Trace' dapat memperagakan dua buah sinyal sekaligus pada saat yang sama. Cara ini biasanya digunakan untuk melihat bentuk sinyal pada dua tempat yang berbeda dalam suatu rangkaian elektronik.
Kadang-kadang sinyal osiloskop juga dinyatakan dengan 3 dimensi. Sumbu vertikal(Y) merepresentasikan tegangan V dan sumbu horisontal(X) menunjukkan besaran waktu t. Tambahan sumbu Z merepresentasikan intensitas tampilan osiloskop. Tetapi bagian ini biasanya diabaikan karena tidak dibutuhkan dalam pengukuran.





Wujud/bangun dari osiloskop mirip-mirip sebuah pesawat televisi dengan beberapa tombol pengatur. kecuali terdapat garis-garis(grid) pada layarnya.



Osiloskop analog Goodwill seri 622 G


Apa Saja yang dapat diukur dengan Osiloskop?
Osiloskop sangat penting untuk analisa rangkaian elektronik. Osiloskop penting bagi para montir alat-alat listrik, para teknisi dan peneliti pada bidang elektronika dan sains karena dengan osiloskop kita dapat mengetahui besaran-besaran listrik dari gejala-gejala fisis yang dihasilkan oleh sebuah transducer. Para teknisi otomotif juga memerlukan alat ini untuk mengukur getaran/vibrasi pada sebuah mesin. Jadi dengan osiloskop kita dapat menampilkan sinyal-sinyal listrik yang berkaitan dengan waktu. Dan banyak sekali teknologi yang berhubungan dengan sinyal-sinyal tersebut.
Contoh beberapa kegunaan osiloskop :
• Mengukur besar tegangan listrik dan hubungannya terhadap waktu.
• Mengukur frekuensi sinyal yang berosilasi.
• Mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangakaian listrik.
• Membedakan arus AC dengan arus DC.
• Mengecek noise pada sebuah rangkaian listrik dan hubungannya terhadap waktu.


SETTING DEFAULT OSCILLOSCOPE

Tombol Umum:

On/Off : Untuk menghidupkan/mematikan Oscilloscope
Ilumination : Untuk menyalakan lampu latar.
Intensity : Untuk mengatur terang/gelapnya garis frekuensi
Focus : Untuk mengatur ketajaman garis frekuensi
Rotation : Untuk mengatur posisi kemiringan rotasi garis frekuensi
CAL : Frekuensi Sample yg dpt diukur utk mengkalibrasi Oscilloscope

Tombol di Vertikal Block :

Position : Untuk mengatur naik turunnya garis.
V. Mode : Untuk mengatur Channel yg dipakai
Ch1 : Menggunakan Input Channel1
Ch2 : menggunakan Input Channel 2
Alt : (Alternate) menggunakan bergantian Channel1 dan Channel 2
Chop : Menggunakan potongan dari Channel 1 dan Channel2
Add : Menggunakan penjumlahan dari Ch1 dan Ch2
Coupling : Dipilih sesuai input Channel yg digunakan,
Source : Sumber pengukuran bisa dari Channel1 atau Channel2
Slope : Normal digunakan yang +. Gunakan yang – untuk kebalikan gelombang.
AC-GND-DC : Pilih AC utk gelombang bolak-balik (peak to peak)
Pilih DC utk gelombang/tegangan searah DC
Pilih GND utk menonaktifkan gelombang mis:Utk menentukan posisi awal
VOLTS/DIV : Untuk menentukan skala vertikal tegangan dlm satu kotak/DIV Vertikal.

Tombol di Horizontal Block :

Position : Untuk mengatur posisi horizontal dari garis gelombang.
TIME/DIV : Untuk megatur skala frekuensi dlm satu kotak/DIV Horizontal.
X10 MAG : Untuk memperbesar/ Magnificient frekuensi menjadi 10x lipat.
Variable : Untuk mengatur kerapatan gelombang horizontal.
Trigger Level : Untuk mengatur agar frekuensi tepat terbaca.

Rumus frekuensi dengan Time(Waktu):
Frekuensi satuannya Hertz (Hz)
Time satuannya Detik/Second (s)

f = 1
T

T = 1
F

M = mega (1.000.000) 1 MHz >< 1 µS K = kilo (1000) 1 KHz >< 1 mS m = mili (1/1000) 1 Hz >< 1 S µ = mikro (1/1.000.000) Setting tombol yang biasa saya gunakan untuk pengukuran frekuensi (Jadi gak perlu milih2 lagi) : 26 Mhz dan 13 Mhz dan 38,4 Mhz Volts/Div : 20m Volt Time/Div : Mentok ke kanan 32 Khz Crystal (Sebelum masuk CCONT) Volts/Div : 20mV atau 50mV Time/Div : 20 µS (Boleh juga 0,1mS / 50 µS / 10 µS) 32 Khz Sleep Clock (Sesudah masuk CCONT) Volts/Div : 1 Volts Time/Div : 20 µ S RX I/Q Volts/Div : 0,2 Volts Time/Div : 1 mS SClk (Synthetizer Clock) 3V Volts/Div : 1 Volt Time/Div : 0,1mS atau bebas. COBBA Clock Volts/Div : 0,5 Volts Time/Div : mentok ke kanan. * Kalibrasi Oscilloscope Pada umumnya, tiap osiloskop sudah dilengkapi sumber sinyal acuan untuk kalibrasi. Sebagai contoh, osiloskop GW tipe tertentu mempunyai acuan gelombang persegi dengan amplitudo 2V peak to peak dengan frekuensi 1 KHz. Misalkan kanal 1 yang akan dikalibrasi, maka BNC probe dihubungkan ke terminal masukan kanal 1, seperti ditunjukkan pada gambar berikut:




Gambar di atas menggunakan probe 1X, dengan ujung probe yang merah dihubungkan ke terminal kalibrasi. Capit buaya yang hitam tidak perlu dihubungkan ke ground osiloskop karena sudah terhubung secara internal. Pada layar osiloskop akan nampak gelombang persegi. Atur tombol kontrol VOLTS/DIV dan TIME/DIV sampai diperoleh gambar yang jelas dengan amplitudo 2 V peak to peak dengan frekuensi 1 KHz., seperti ditunjukkan pada gambar berikut:


Gunakan tombol kontrol posisi vertikal V-pos untuk menggerakkan seluruh gambar dalam arah vertikal dan tombol horizontal H-pos untuk menggerakkan seluruh gambar dalam arah horizontal. Cara ini dilakukan agar letak gambar mudah dilihat dan dibaca.




* Cara Kerja Osiloskop Analog
Pada saat osiloskop dihubungkan dengan sirkuit, sinyal tegangan bergerak melalui probe ke sistem vertical. Pada gambar ditunjukkan diagram blok sederhana suatu osiloskop analog.

Bergantung kepada pengaturan skala vertikal(volts/div), attenuator akan memperkecil sinyal masukan sedangkan amplifier akan memperkuat sinyal masukan.

Selanjutnya sinyal tersebut akan bergerak melalui keping pembelok vertikal dalam CRT(Cathode Ray Tube). Tegangan yang diberikan pada pelat tersebut akan mengakibatkan titik cahaya bergerak (berkas elektron yang menumbuk fosfor dalam CRT akan menghasilkan pendaran cahaya). Tegangan positif akan menyebabkan titik tersebut naik sedangkan tegangan negatif akan menyebabkan titik tersebut turun.

Sinyal akan bergerak juga ke bagian sistem trigger untuk memulai sapuan horizontal (horizontal sweep). Sapuan horizontal ini menyebabkan titik cahaya bergerak melintasi layar. Jadi, jika sistem horizontal mendapat trigger, titik cahaya melintasi layar dari kiri ke kanan dengan selang waktu tertentu. Pada kecepatan tinggi titik tersebut dapat melintasi layar hingga 500.000 kali per detik.

Secara bersamaan kerja sistem penyapu horizontal dan pembelok vertikal akan menghasilkan pemetaan sinyal pada layar. Trigger diperlukan untuk menstabilkan sinyal berulang. Untuk meyakinkan bahwa sapuan dimulai pada titik yang sama dari sinyal berulang, hasilnya bisa tampak pada gambar berikut

*Pada saat menggunakan osiloskop perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
1. Tentukan skala sumbu Y (tegangan) dengan mengatur posisi tombol Volt/Div pada posisi tertentu. Jika sinyal masukannya diperkirakan cukup besar, gunakan skala Volt/Div yang besar. Jika sulit memperkirakan besarnya tegangan masukan, gunakan attenuator 10 x (peredam sinyal) pada probe atau skala Volt/Div dipasang pada posisi paling besar.
2. Tentukan skala Time/Div untuk mengatur tampilan frekuensi sinyal masukan.
3. Gunakan tombol Trigger atau hold-off untuk memperoleh sinyal keluaran yang stabil.
4. Gunakan tombol pengatur fokus jika gambarnya kurang fokus.
5. Gunakan tombol pengatur intensitas jika gambarnya sangat/kurang terang.



* Kinerja Osiloskop

Istilah yang dijelaskan pada bagian ini akan sering digunakan untuk membicarakan kehandalan sebuah osiloskop.

Lebar Pita (Bandwidth)

Spesifikasi bandwidth menunjukan daerah frekuensi yang dapat diukur oleh osiloskop dengan akurat.

Sejalan dengan peningkatan frekuensi, kapabilitas dari osiloskop untuk mengukur secara akurat semakin menurun. Berdasarkan perjanjian, bandwidth menunjukkan frekuensi ketika sinyal yang ditampilkan tereduksi menjadi 70.7% dari sinyal sinus yang digunakan. (angka 70.7% mengacu pada titik "-3 dB", sebuah istilah yang berdasar pada skala logaritmik).

* Rise Time

Rise Time adalah cara lain untuk menjelaskan daerah frekuensi yang berguna dari sebuah osiloskop. Perubahan sinyal rendah ke tinggi yang cepat, pada gelombang persegi, menunjukkan rise time yang tinggi. Rise time menjadi sebuah pertimbangan penting ketika digunakan dalam pengukuran pulsa dan sinyal tangga. Sebuah osiloskop hanya dapat menampilkan pulsa yang risetime-nya lebih rendah dari rise time osiloskop.

* Sensitivitas Vertikal

Sensitivitas vertikal menunjukan berapa kemampuan penguatan vertikal untuk memperkuat sinyal lemah. Sensitivitas vertikal biasanya bersatuan mVolt/div. Sinyal terlemah yang dapat ditangkap oleh osiloskop umumnya adalah 2 mV/div.
Kecepatan Sapuan (Sweep Speed)

Untuk osiloskop analog, spesifikasi ini menunjukkan berapa cepat "trace" dapat menyapu sepanjang layar, yang memudahkan untuk mendapatkan detail dari sinyal. Kecepatan sapuan tercepat dari sebuah osiloskop biasanya bersatuan nanodetik/div (ns/Div)

* Akurasi Gain

Akurasi penguatan menunjukkan seberapa teliti sistem vertikal melemahkan atau menguatkan sebuah sinyal.

* Basis Waktu dan Akurasi Horizontal

* Akurasi horizontal menunjukkan seberapa teliti sistem horizontal menampilkan waktu dari sinyal. Biasanya hal ini dinyatakan dengan % error.




* Sample Rate

Pada osiloskop digital, sampling rate menunjukkan laju pencuplikan yang bisa ditangkap oleh ADC (tentu saja sama dengan osiloskop). Sample rate maksimum ditunjukkan dengan megasample/detik (MS/s). Semakin cepat osiloskop mencuplik sinyal, semakin akurat osiloskop menunjukkan detil suatu sinyal yang cepat. Sample rate minimum juga penting jika diperlukan untuk melihat perubahan kecil sinyal yang berlangsung dalam waktu yang panjang.

Resolusi ADC (Resolusi Vertical)

Resolusi dari ADC (dalam bit) menunjukkan seberapa tepat ADC dapat mengubah tegangan masukan menjadi nilai digital.

Panjang Record

Panjang record dari sebuah osiloskop digital menunjukkan berapa banyak gelombang dapat disimpan dalam memori. Tiap gelombang terdiri dari sejumlah titik. Titik-titik ini dapat disimpan dalam sebuah record gelombang. Panjang maksimum dari record bergantung dari banyaknya memori dalam osiloskop. Karena osiloskop hanya dapat menyimpan dalam jumlah yang terbatas ada pertimbangan antara detail record dan panjang record. Karena itu kita dapat memperoleh sebuah gambaran detil untuk waktu yang pendek atau gambaran yang kurang mendetil untuk jangka waktu yang lebih lama. Pada Beberapa osiloskop kita dapat menambahkan memori untuk meningkatkan panjang record.




* Panel Kendali
Perhatikan bagian depan. Bagian ini dibagi atas 3 bagian lagi yang diberi nama Vertical, Horizontal, and Trigger. Osilosokop anda mungkin mempunyai bagian-bagian tambahan lainnya tergantung pada model dan tipe osiloskop (analog atau digital). Perhatikan bagian input. Bagian ini adalah tempat anda memasukkan input. Kebanyakan osiloskop paling sedikit mempunyai 2 input dan masing-masing input dapat menampilkan tampilan gelombang di monitor peraga. Penggunaan secara bersamaan digunakan untuk tujuan membandingkan.

9.JPG

Tampilan Depan Panel Kontrol

Pelajari kegunaan tombol-tombol berikut ini:

1. Tombol kontrol Volts/Div dengan pengatur tambahan untuk kalibrasi
2. Tombol Time/Div dengan pengatur tambahan untuk kalibrasi
3. Pastikan lokasi terminal untuk sinyal kalibrasi.
4. Tombol Trigger atau Hold Off
5. Tombol pengatur intensitas dan pengatur fokus.
6. Pengatur posisi gambar arah vertikal (V pos.) dan arah horizontal (H pos.)
7. Jika menggunakan osiloskop "Dual Trace", ada selektor kanal 1, 2, atau dual.
8. Pastikan lokasi terminal masukan kanal 1 dan kanal 2.
Ini semua adalah penjelasan umum dalam persiapan osiloskop. Jika anda belum yakin bagaimana melakukan ini semua, kembali lihat manual yang tersertakan ketika membeli osiloskop. Bagian kontrol menggambarkan kontrol-kontrol secara detil.



* Pengendali Horizontal

Gunakan pengendali horizontal untuk mengatur posisi dan skala pada bagian horizontal gelombang. Gambar berikut menunjukkan jenis panel depan dan penala layar untuk mengatur bagian horizontal

Kontrol Horizontal

Tombol Posisi
Tombol posisi horizontal menggerakkan gambar gelombang dari sisi kiri ke kanan atau sebaliknya sesuai keinginan kita pada layar.
Tombol Time / Div ( time base control)
Tombol kontrol Time/div memungkinkan untuk mengatur skala horizontal. Sebagai contoh, jika skala dipilih 1 ms, berarti tiap kotak(divisi) menunjukkan 1 ms dan total layar menunjukkan 10 ms(10 kotak horisontal). Jika satu gelombang terdiri dari 10 kotak, berarti periodanya adalah 10 ms atau frekuensi gelombang tersebut adalah 100 Hz. Mengubah Time/div membuat kita bisa melihat interval sinyal lebih besar atau lebih kecil dari semula, pada layar osiloskop, gambar gelombang akan ditampilkan lebih rapat atau renggang.
Seringkali skala Time/Div dilengkapi dengan tombol variabel (fine control) untuk mengatur skala horsiontal.. Tombol ini digunakan untuk melakukan kalibrasi waktu..



* Pengendali Vertikal

Pengendali ini digunakan untuk merubah posisi dan skala gelombang secara vertikal. Osiloskop memiliki pula pengendali untuk mengatur masukan coupling dan kondisi sinyal lainnya yang dibahas pada bagian ini. Gambar 1 menunjukkan tampilan panel depan dan menu on-screen untuk kontrol vertikal.


Kontrol Vertikal

Tombol Posisi
Tombol posisi vertikal digunakan untuk menggerakkan gambar gelombang pada layar ke arah atas atau ke bawah.

Tombol Volts / Div
Tombol Volts / div menagtur skala tampilan pada arah vertikal. Pemilihan posisi. Misalkan tombol Volts/Div diputar pada posisi 5 Volt/Div, dan layar monitor terbagi atas 8 kotak (divisi) arah vertikal. Berarti, masing-masing divisi (kotak) akan menggambarkan ukuran tegangan 5 volt dan seluruh layar dapat menampilkan 40 volt dari dasar sampai atas. Jika tombol tersebut berada pada posisi 0.5 Volts/dDiv, maka layar dapat menampilkan 4 volt dari bawah sampai atas, dan seterusnya. Tegangan maksimum yang dapat ditampilkan pada layar adalah nilai skala yang ditunjukkan pada tombol Volts/Div dikali dengan jumlah kotak vertikal. Jika probe yg digunakan menggunakan faktor pelemahan 10x, maka tegangan yang terbaca harus dikalikan 10.
Seringkali skala Volts/Div dilengkapi dengan tombol variabel penguatan( variable gain) atau fine gain control. Tombol ini digunakan untuk melakukan kalibrasi tegangan.

* Masukan Coupling

Coupling merupakan metoda yang digunakan untuk menghubungkan sinyal elektrik dari suatu sirkuit ke sirkuit yang lain. Pada kasus ini, masukan coupling merupakan penghubung dari sirkuit yang sedang di tes dengan osiloskop. Coupling dapat ditentukan/diset ke DC, AC, atau ground. Coupling AC menghalangi sinyal komponen DC sehingga terlihat bentuk gelombang terpusat pada 0 volts. Gambar 2 mengilustrasikan perbedaan ini. Coupling AC berguna ketika seluruh sinyal (arus bolak balik dan searah) terlalu besar sehingga gambarnya tidak dapat ditampilkan secara lengkap.

* Masukan coupling AC dan DC
Setting ground memutuskan hubungan sinyal masukan dari sistem vertikal, sehingga 0 volts terlihat pada layar. Dengan masukan coupling tang di-ground kan dan auto trigger mode (mode picu otomatis), terkihat garis horisontal pada layar yang menggambarkan 0 volts. Pergantian dari DC ke ground dan kemudian baik lagi berguna untuk pengukuran tingkat sinyal tegangan.

* Filter Frekuensi
Kebanyakan osiloskop dilengkapi dengan rangkaian filter frekuensi. Dengan membatasi frekuensi sinyal yang boleh masuk memungkinkan untuk mengurangi noise/gangguan yang kadang-kadang muncul pada tampilan gelombang, sehingga didapat tampilan sinyal yang lebih baik.

* Pembalik Polaritas
Kebanyakan osiloskop dilengkapi dengan pembalik polaritas sinyal, sehingga tampilan gambar berubah fasanya 180 derajad.


Alternate and Chop Display

Pada osiloskop analog, misal dua kanal, ada dua cara untuk menampilkan sinyal gelombang secara bersamaan. Mode bolak-balik (alternate) menggambar setiap kanal secara bergantian. Mode ini digunakan dengan kecepatan sinyal dari medium sampai dengan kecepatan tinggi, ketika skala times/div di set pada 0.5 ms atau lebih cepat.

Mode chop menggambar bagian-bagian kecil pada setiap sinyal ketika terjadi pergantian kanal. Karena pergantian kanal terlalu cepat untuk diperhatikan, sehingga bentuk gelombang tampak kontinu. Untuk mode ini biasanya digunakan dengan sinyal lambat dengan kecepatan sweep 1ms per bagian atau kurang. Gambar 3 menunjukkan perbedaan antara 2 mode tersebut. Seringkali berguna untuk melihat sinyal dengan ke dua cara, Untuk meyakinkan didapat pandangan terbaik, cobalah kedua cara tersebut.



* Panel Kendali Vertikal






* Pengukuran Fasa
Bagian pengontrol horizontal memiliki mode XY sehingga kita dapat menampilkan sinyal input dibandingkan dengan dasar waktu pada sumbu horizontal. (Pada beberapa osiloskop digital digunakan mode setting tampilan).

Fase gelombang adalah lamanya waktu yang dilalui dimulai dari satu loop hingga awal dari loop berikutnya. Diukur dalam derajat. Phase shift menjelaskan perbedaan dalam pewaktuan antara dua atau lebih sinyal periodik yang identik.
Salah satu cara mengukur beda fasa adalah menggunakan mode XY. Yaitu dengan memplot satu sinyal pada bagian vertikal(sumbu Y) dan sinyal lain pada sumbu horizontal(sumbu X). Metoda ini akan bekerja efektif jika kedua sinyal yang digunakan adalah sinyal sinusiodal. Bentuk gelombang yang dihasilkan adalah berupa gambar yang disebut pola Lissajous(diambil dari nama seorang fisikawan asal Perancis Jules Antoine Lissajous dan diucapkan Li-Sa-Zu). Dengan melihat bentuk pola Lissajous kita bisa menentukan beda fasa antara dua sinyal. Juga dapat ditentukan perbandinga frekuensi. Gambar di bawah ini memperlihatkan beberapa pola Lissajous denagn perbandingan frekuensi dan beda fasa yang berbeda-beda.

Pola Lissajous
Bagian ini telah menjelaskan dasar-dasar teknik pengukuran. Pengukuran lainnya membutuhkan setting up osiloskop untuk mengukur komponen listrik pada tahapan lebih mendalam,melihat noise pada sinyal, membaca sinyal transien, dan masih banyak lagi aplikasi lainnya. Teknik pengukuran yang akan kita gunakan bergantung jenis aplikasinya, tetapi kita telah mempelajari cukup banyak untuk seorang pemula. Praktek menggunakan osiloskop dan bacalah lebih banyak mengenai hal ini. Dengan terbiasa maka pengoperasian dan pengukuran akan menjadi lebih mudah.




* Pengukuran Waktu dan Frekuensi
Ambil waktu pengukuran dengan menggunakan skala horizontal pada osiloskop. Pengukuran waktu meliputi perioda, lebar pulsa(pulse width), dan waktu dari pulsa. Frekuensi adalah bentuk resiprok dari perioda, jadi dengan mengukur perioda frekuensi akan diketahui, yatu satu per perioda. Seperti pada pengukuran tegangan, pengukuran waktu akan lebih akurat saat meng-adjust porsi sinyal yang akan diukur untuk mengatasi besarnya area pada layar. Ambil pengukuran waktu sepanjang garis horizontal pada tengah-tengah layar, atur time/div untuk memperoleh pengukuran yang lebih akurat.(Lihat gambar berikut .)

Pengukuran Waktu Pada Skala Tengah Horizontal dan contoh animasi penggunaan pengaturan waktu
Pada banyak aplikasi, informasi mendetil tentang pulsa sangatlah penting. Pulsa bisa mengalami distorsi dan menyebabkan rangkaian digital menjadi malfungsi, dan pewaktuan pulsa pada jalannya seringkali signifikan.

Pengukuran standard pulsa adalah mengenai pulse width dan pulse rise time. Rise time adalah waktu yang diperlukan pulsa saat bergerak dari tegangan low ke high. Dengan aturan pengukuran rise time ini diukur dari 10% hingga 90% dari tegangan penuh pulsa. Hal ini mengeliminasi ketidakteraturan pada sudut transisi pulsa. Hal ini juga menjelaskan kenapa pada kebanyakan osiloskop memiliki 10% hingga 90% penandaan pada layarnya. Lebar pulsa adalah lamanya waktu yang diperlukan saat bergerak dari low ke high dan kembali ke low lagi. Dengan aturan lebar pulsa terukur adalah 50% tegangan penuh. Untuk lebih jelas anda lihat gambar berikut :

Titik Pengukuran Waktu dan Pulsa
Pengukuran pulsa seringkali memerlukan penalaan yang baik yaitu trigerring. Untuk lebih meguasai pengukuran pulsa, anda harus mempelajari bagaimana menggunakan trigger hold off untuk mengeset osiloskop digital intuk menangkap pretrigger data, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya pada sesi pembahasan kontrol.




* Sumber Sinyal

Makna umum dari sebuah pola yang berulang terhadap waktu disebut gelombang, termasuk didalamnya gelombang suara, otak maupun listrik. Satu siklus dari sebuah gelombang merupakan bagian dari gelombang yang berulang.


Sebuah bentuk gelombang (waveform) merupakan representasi grafik dari sebuah gelombang. Bentuk gelombang tegangan menunjukkan waktu pada sumbu horizontal dan amplitudo tegangan pada sumbu vertikal.
Sebuah bentuk gelombang dapat menunjukkan berbagai hal tentang sebuah sinyal. Naik-turunnya gelombang menunjukkan perubahan tegangan. Sebuah garis yang datar menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan pada jangka waktu tersebut. Garis diagonal menunjukkan perubahan linear - meningkat atau menurunnya tegangan dengan laju tetap. Sudut yang tajam menunjukkan perubahan mendadak.


Sumber gelombang listrik (sinyal listrik) dapat berasal dari berbagai macam, seperti: dari signal generator (pembangkit sinyal), jala-jala listrik, rangkaian elektronik, dll. Beberapa diantaranya ditunjukkan pada gambar di bawah.


Gambar signal generator dengan bentuk-bentuk gelombang keluarannya

Sumber signal elektronik sehari2





* Probe

Sekarang anda siap menghubungkan probe ke osiloskop. Probe adalah kabel penghubung yang ujungnya diberi penjepit, dengan penghantar kerkualitas, dapat meredam sinyal-sinyal gangguan, seperti sinyal radio atau noise yang kuat.
Probe didesain untuk tidak mempengaruhi rangkain yang diukur. Hambatan keluaran dari osiloskop mungkin saja membebani rangkaian yang akan diukur. Untuk meminimumkan pengaruh pembebanan, anda mungkin perlu menggunakan probe peredam (pasif) 10 X

Osiloskop anda mungkin dilengkapi dengan probe pasif sebagai standar pelengkap. Probe pasif berguna sebagai alat untuk tujuan pengujian tertentu dan troubleshooting. Untuk pengukuran atau pengujian yang spesifik, beberap probe yang lain mungkin diperlukan. Misalnya probe aktif dan probe arus.
Penjelasan selanjutnya, akan lebih menekankan pada pemakaian probe pasif karena tipe probe ini mempunyai fleksibiltas dalam penggunaannya.

Menggunakan Probe Pasif

Kebanyakan probe pasif mempunyai beberapa faktor derajat peredaman, seperti 10 X, 100 X dll. Menurut kesepakatan, tulisan 10 X berarti faktor redamannya 10 kali. Amplitudo tegangan sinyal yang masuk akan diredam 10 kali, Besarnya tegangan yang terukur oleh osiloskop harus dikalikan 10. Bedakan dengan tulisan X 10, berarti faktor penguatannya 10 kali. Amplitudo tegangan sinyal yang masuk akan diperbesar 10 kali. Besarnya tegangan yang terukur oleh osiloskop harus dibagi 10.

Probe peredaman 10 X meminimumkan pembebanan pada rangkaian dan ini adalah tujuan utama daripada probe pasif. Pembebanan pada rangkaian lebih terlihat pada frekuensi tinggi, maka pastikan untuk menggunakan probe ini ketika pengukuran di atas 5 KHz. Probe peredaman 10X meningkatkan keakuratan pengukuran, tetapi di lain pihak mengurangi amplitudo sinyal sebesar faktor 10.

Karena meredam sinyal, probe peredaman 10 X membuat masalah ketika menampilkan sinyal dibawah 10 milivolt. Probe 1X berarti tidak ada peredaman sinyalGunakan probe peredaman 10 X sebagai probe standar anda, tetapi tetap menggunakan probe 1X untuk pengukuran sinyal-sinyal yang lemah. Beberapa probe mempunyai bagian khusus yang dapat mengganti-ganti antara probe 1x dan probe 10 X. Jika probe anda mempunyai bagian ini, pastikan anda melakukan seting yang benar sebelum pengukuran.

Gambar berikut memperlihatkan diagram sederhana pada bagian kerja internal dari probe. Hambatan masukan osiloskop 1 MOhm diseri dengan hambatan 9 Mohm, sehingga tegangan masukan pada terminal osiloskop menjadi 1/10 kali tegangan yang diukur.

Probe 10 X dan osiloskop membentuk rangkaian pembagi tegangan
Sedangkan di bawah ini ditunjukkan probe dengan tipikal pasif dan beberapa aksesoris yang digunakan bersama probe

Probe pasif dan asesoris.


Dimana Memasangkan Pencapit Ground
Ada dua terminal penghubung pada probe, yaitu ujung probe dan kabel ground yang biasanya dipasangi capit buaya. Pada prakteknya capit buaya tersebut dihubungkan dengan bagian ground pada rangkaian, seperti chasis logam, dan sentuhkan ujung probe pada titik yang dites pada rangkaian.

sumber ;  http://surya-management.blogspot.com/2011/05/cara-menggunakan-oscilloscope-tekhnik.html

MACAM-MACAM KAMERA CCTV

MACAM-MACAM KAMERA CCTV

Banyak Macam/Bentuk Kamera  CCTV , tidak hanya berbentuk bulat,kotak ataupun oval . Ada juga yang berupa Pensil , jam tangan dll . Kali ini admin akan beri tahu macam-macam kamera CCTV .
1. Kamera Batang
kamera cctv  Berbentuk kotak atau batang, keunggulan dari kamera jenis ini kita bisa mengganti lensa sesuai dengan kebutuhan kita, apa kita ingin sudut yang lebar (wide angle)  atau sempit. Sudut lebar berfungsi untuk jangkauan pandangan yang luas tetapi jarak pandang sempit. Sedangkan sudut sempit sebaliknya.


2. Kamera Dome
cctv CCTV kamera yang mempunyai bentuk bulat atau telur. Biasanya di pakai di rumah –  rumah karena bentuknya seperti lampu bohlam sehingga tidak merubah nilai estetika rumah tersebut.




3. Kamera Infrared
cctv (2) kamera cctv yang digunakan khusus untuk pada waktu malam dan juga berfungsi seperti biasa pada waktu siang. Kelebihan infrared kamera ialah mampu untuk menampilkan gambar walaupun tempat tersebut tidak ada cahaya. Dan warna gambar yang akan ditampilkan dalam keadaan tanpa cahaya adalah hitam putih.


4. Kamera IP
cctv34
  Kamera yang langsung bisa terhubung ke network
/ jaringan tanpa melalui alat  rekam atau DVR (Digital Video Recording) karena sudah terdapat port Lan pada kamera tersebut dan adanya software untuk keperluan merekam data. Membutuhkan sebuah komputer untuk perekaman data.
5. Kamera SPY       
cctv03Sesuai dengan namanya kamera ini berfungsi sebagai alat pantau tersembunyi, banyak sekali jenis dan bentuknya, seperti : kaca mata, kancing, boneka, kunci mobil, topi, kaleng , dan masih banyak lagi.
6. Kamera Zoom
cctv kmeraKamera yang bisa memperbesar / memperjelas gambar. Perlu di ingat perbesaran / perjelasan gambar hanya bisa dilakukan pada saat live mode tidak bisa dilakukan di hasil rekaman.
7. Kamera wireless
cctvgKamera yang koneksinya tanpa memerlukan kabel, tetapi melalui sinyal
8. Miniature Camera
miniature cameraJenis ini tegolong langka dalam pemasangannya, kecuali di tempat yang sengaja dirahasiakan oleh pemiliknya untuk mengamati gerak-gerik orang di ruangan tertentu, seperti mengamati karyawan yang dicurigai “curang” dalam bekerja atau mengamati tamu. Untuk itu, camera ini ditempatkan di balik “sesuatu”, misalnya lukisan, almari, pajangan dan lainnya. Bahkan ada yang memasangnya di balik jam dinding
9. Board Camera
board cameraBoard camera tidak lain adalah bagian dalam dari miniature camera itu sendiri atau bagian dalam dari camera jenis dome. Seperti terlihat pada gambar, maka padanya sudah terpasang board lens, baik yang biasa (gambar samping) maupun pinhole (gambar di bawahnya). 




Selama spesifikasinya sama, maka bentuk camera tidak berpengaruh pada hasil gambar. Artinya, gambar yang ditampilkan oleh camera dome relatif sama dengan box camera standard dengan spesifikasi sama.
10.
spy-watch-dvr-
Spy Cam berbentuk jam tangan stainlees dapat digunakan untuk merekam VIDEO dan Foto dengan resolusi 640×480 px dengan 30 frame per detik (fps).
Bentuknya yang seperti jam stainlees biasa tidak menimbulkan kecurigaan terhadap object yang direkam.



11.
Professional-Bulpen-Kamera--5-MP--dengan-HDMI--pen_cam_5mp_murah
kamera mini multi fungsi dapat merekam vido dan photo dengan resolusi tinggi, terdapat penutup lensa sehingga pulpen canggih ini selain digunakan untuk menulis juga dapat merekam video tanpa diketahui.

sumber ; http://www.nusakomputer.com/macam-macam-kamera-cctv/